|
Tak kenal maka tak sayang, demikian sering orang mengatakan, bila dikaitkan dengan politeknik ada benarnya, sebelum mempunyai keterkaitan dengan politeknik banyak orang tidak mengenal politeknik. Dibawah adalah petikan wawancara dengan mahasiswa/i, alumni, dan pihak-pihak yang mempunyai keterkaian dengan politeknik. LINDA NURUL OKTAVIANTY Mahasiswa Semester IV Perbankan PNJ Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1989, anak ketiga dari tiga bersaudara, ini mengatakan, bahwa yang membuatnya bangga kuliah di politeknik: pertama, adalah mahasiswanya low profile jadi tidak ada yang namanya saingan. Karena tutur Linda rekan-rekannya yang kuliah di universitas mengaku meski mahasiswanya ”pinter-pinter”, namun enggan berbagi ilmu dengan yang belum paham sehingga menjadi agak “tersiksa”. Alasan itu yang membuat Linda urung ikutan SPMB, sayang jika harus meninggalkan teman-teman. Hal lainnya adalah, karena di politeknik satu kelas cuma 24 orang dan itu membuat “menyatu” semuanya, sedang di universitas satu kelas bisa sampai 100 orang, malah kadang ganti-ganti kelas yg isinya orang yang berbeda jadi harus pintar-pintar menjalin komunikasi. Disisi lain, kebanggan Linda adalah semua dosen, maupun mahasiswa, mempunyai semangat dan konsistensi yg tinggi terhadap Politeknik. Dan dosennya tetap konsisten mengajar, meski masih ada hal yang mengganjal, yaitu politeknik tidak bisa menjadi kampus riset, dengan alasan merupakan program vokasi dan disediakan bagi industri jadi tidak diperlukan lembaga riset dalam kampus. . FERDIAN PUTRA Alumni Politeknik, kuliah Ekstensi Semester II FT. Universitas Indonesia Saya merasa bangga kuliah di politeknik, karena yang diajarkan ilmu praktis sehingga saat terjun kelapangan tidak merasa canggung lagi. Perusahaan-perusahaan banyak yang menerima fresh graduate dari lulusan Politeknik, dengan alasan saat ini dan dimasa mendatang mereka butuh lebih banyak pelaksana dibanding perencana. Perkuliahan di politeknik cukup bagus, dosen-dosennya berpengalaman didukung fasilitas yg memadai. Saat ini saya kuliah di Ekstensi FT UI semester II, kuliah disini banyak menemukan kendala, terutama soal waktu karena selain kuliah juga bekerja, padahal kuliah di sini sangat memerlukan waktu luang untuk menyelesaikan tugas-tugas. Kegiatan belajar mengajar berbeda, jika di Politeknik “dicekoki” rumus-rumus praktis yang membuat mahasiswa berusaha menyelesaikan masalah hanya menggunakan rumus tersebut, menurut Dosen di FT UI, “itu yang membuat mahasiswa D3 kalah dengan mahasiswa S1”. Mahasiswa D3 hanya memikirkan bagaimana memakai rumus terus menghitung, sedang mahasiswa S1, dengan konsep yang telah diajarkan mereka berfikir terlebih dahulu, dengan cara apa saya menyelesaikan persoalan kemudian menganalisa baru menghitung BAYU FIRDAUS Mahasiswa Semester VI MK HWU PNJ. Saya sering mendengar banyak orang yang bertanya, Politeknik itu apa dan praktek kerja lapangan (PKL) itu manfaatnya apa? Meski bukan pengamat pendidikan, tetapi berdasarkan pengalaman saya akan mencoba memberikan sedikit penjelasan tentang politeknik, politeknik merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang lulusannya diharapkan memiliki keahlian dan ketrampilan yang dewasa ini sangat dibutuhkan. Dengan konsep perkuliahan 60% praktek dan 40% teori, keberadaannya dapat mendukung kualitas Sumber Daya Manusia dalam menunjang pembangunan. Program pendidikan politeknik adalah program D3 dan D4 dengan waktu pendidikan selama enam semester untuk D3 dan delapan semester untuk D4. Sebagai ahli madya, lulusan politeknik diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi (S1) dengan lulusan sekolah kejuruan teknik. Oleh karena itu politeknik diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan, cerdas, terampil, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Untuk memantapkan visi dan misi tersebut politeknik membuat sebuah kebijakan yaitu sebuah program Praktek Kerja Lapangan (PKL), dan PKL bagi mahasiswa semester akhir harus dilakukan sebagai syarat bagi kelulusan. Pengalaman PKL merupakan salah hal yang tidak akan saya lupakan, selama menjalankan kuliah di politeknik. Penempatan mahasiswa pada suatu proyek industri konstruksi dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan berfikir dan pengetahuan yang lebih luas. Dan dengan pelaksanaan PKL tersebut diharapkan lulusannya dapat benar-benar memiliki bekal kemampuan yang bisa diandalkan di dunia kerja. Disamping itu kegiatan PKL merupakan salah satu sarana menjalin hubungan antara Politeknik dengan dunia industri. . ORANG TUA MAHASISWA PNJ Sudah lama berketetapan hati bahwa, anak saya tidak terlalu perlu gelar yang ia perlukan adalah skill/ketrampilan. Apalagi setelah mendengar di Indonesia akan banyak didirikan SMK dan Politeknik agar negara ini lebih maju dan pemerintah banyak mempromosikan sekolah menengah kejuruan di televisi.
|
|