|
Kesibukan di profesi, organisasi maupun mengurusi rumah tangga seringkali membuat kita merasa tidak punya waktu. Waktu dijadikan kambing hitam penyebab perubahan sikap/kebiasaan yang kita lakukan. Benarkah begitu? waktu sudah jelas 24 jam sehari. Lalu mengapa bisa merasa kekurangan waktu? Bagaimana seharusnya, kita yang mengendalikan waktu atau waktu yang mengendalikan kita?
Pengenalan tentang waktu dijelaskan di bawah semoga memberikan Pemahaman tentang waktu dan selanjutnya diharapkan kita dapat menjadi pengendali waktu bukan sebaliknya. Apa sesungguhnya waktu ? Waktu adalah interval antara awal dan akhir, dan manajemen waktu adalah upaya mengatur waktu atau menggunakan waktu dengan baik agar semua pekerjaan terselesaikan sesuai yang diharapkan.
Karakteristik waktu secara umum adalah:
- Kecepatan waktu adalah konstan (tetap) yaitu satu hari terdiri dari 24 jam, satu jam 60 menit dan satu menit 60 detik, dimanapun berada perhitungannya akan sama.
- Waktu terus berlalu dan maju, jika diwaktu lalu ada rentetan kejadian yang menyertainya maka, sekarang hanya jadi kenangan, tak mungkin waktu lampau kembali, begitu juga waktu akan datang tak mungkin jadi waktu kini. Waktu yang akan datang hanya rentetan harapan yang kita rencanakan diwaktu kini. Waktu terus berlalu dan maju, hidup kitapun harus terus berjalan dan maju.
- Bisa dihitung, seperti telah dikatakan di atas, waktu dimanapun sesungguhnya dapat kita hitung berapa hari, berapa jam, berapa menit dan berapa detik.
- Memiliki keterbatasan, 1 hari hanya terdiri dari 24 jam, setelah pagi akan ada siang, setelah siang akan ada malam dan setelah malam karena keterbatasa waktu itu sendiri akan kembali jadi pagi dan begitu seterusnya.
- Tidak pernah berhenti, waktu berjalan dan berputar terus tanpa henti seirama dengan kehidupan.
Setelah kita memahami karakteristik waktu, ada baiknya mencoba menganalisa dan melihat faktor-faktor yang jadi penyebab tersitanya waktu.
- Tidak ada target yang jelas Hidup seharusnya sebuah rencana besar yang kita lakukan untuk diri sendiri, tapi sayangnya seringkali lupa membuat suatu target di dalam kehidupan. Target yang penulis maksud disini target tentang hal lain di luar umur, jodoh dan kematian, misal menetapkan target karir untuk masa tua, membeli rumah, mobil dlsb. Dengan adanya target maka hidup jadi terarah dan waktupun dapat diatur sebaik-baiknya.
- Tak ada prioritas kerja
Banyak dari kita menganggap adanya prioritas kerja membuat kita merasa jadi robot dan tidak enjoy menikmati hidup. Kita lupa bahwa usia produktif sangat terbatas, dengan menetapkan prioritas di usia produktif untuk melaksanakan pekerjaan besar yang hasilnya akan dinikmati saat usia tua.Tetapkanlah prioritas, kerjakanlah kegiatan ataupun pekerjaan besar yang memiliki dampak panjang, pada usia produktif. Jangan sia-siakan masa mudamu.
- Menunda pekerjaan
Kebiasaan menunda pekerjaan seringkali menyebabkan kehabisan waktu dan tenaga saat akan mengerjakannya, sehingga bila dipaksakan melaksanakannya maka hasilnya bukanlah yang terbaik karena dilakukan dengan sisa-sisa waktu dan tenaga.
- Terlalu banyak melakukan pembicaraan yang tidak perlu
Asyik mengobrol melalui telpon ataupun secara langsung kerap membuat tak sadar telah menghabiskan waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk kegiatan lebih bermanfaat. Sosialisasi memang perlu, tapi hindarilah bergosip karena dampaknya luar biasa.
- Ingin mengerjakan sesuatu dengan sempurna
Keinginan itu memang sesuatu yang wajar, tapi apabila karena ingin mengerjakannya secara sempurna, lalu tidak pernah memperhatikan waktu ya berabe juga. Ukuran kesempurnaan buat tiap orang berbeda, jika keinginan itu membuat kita mendapatkan julukan ""Mr Late"" karena selalu menyelesaikan tugas terlambat , apakah kita suka? Jika keinginan mengerjakan sesuatu dengan sempurna adalah kebiasaan dan sifat kita sementara kita punya batas waktu mengerjakannya, maka buatlah perencanaan cermat sebelum melakukan pekerjaan tersebut. Perencanaan dan target akan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dibandingkan yang tanpa perencanaan.
- Kurangnya Pendelegasian tugas
Sifat kurang percaya pada orang lain dan ingin semua pekerjaan selesai dengan sempurna seringkali membuat tersitanya waktu yang kita miliki. Perlu kiranya di ingat bahwa pekerjaan yang dilakukan orang lain mungkin tidak sebaik jika di lakukan sendiri, akan tetapi jika pekerjaan tersebut tidak yang utama kenapa tidak didelegasikan saja pada orang lain dengan tetap diawasi. Hal itu dapat lebih meringankan pekerjaan, waktu yang ada dapat di gunakan melakukan pekerjaan lain yang lebih berkualitas disamping dapat meningkatkan rasa percaya diri, kebahagiaan dan rasa hormat dari orang yang kita kasih tugas.
- Tidak dapat mengatakan ""tidak""
Ajakan teman atau saudara untuk jalan-jalan ataupun sekedar shopping seringkali membuat sulit untuk mengatakan ""tidak"" dengan berbagai sebab.Tapi pernahkah kita menghitung waktu yang digunakan untuk ngobrol atau shoppig? Penulis yakin waktu yang diperlukan untuk itu lebih dari dua jam, coba bayangkan jika waktu tersebut dipergunakan mengerjakan pekerjaan di rumah, berapa banyak pekerjaan yang dapat kita lakukan?
- Menonton tayangan televisi
Banyaknya acara-acara menarik di televisi memancing timbulnya kebiasaan baru keasyikan menonton TV menyita waktu dan membuat enggan melakukan pekerjaan apapun.
- Penataan ruang kerja ataupun rumah yang kurang nyaman
Monoton itu mebosankan itu membuat enggan melakukan pekerjaan akibatnya sulit diperoleh hasil kerja yang baik. Karena itu cobalah menata ulang ruang kerja atau rumah menimal satu tahun sekali untuk memberikan suasana baru.
- Bacaan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan
Rajin membaca itu memeng perlu dan dapat menambah wawasan kita, akan tetapi apabila kita membaca bacaan yang tidak ada hubungan dengan pekerjaan waktu jam kerja, akibatnya banyak waktu terbuang percuma. Bacalah bacaan tersebut menjelang tidur atau di waktu luang di luar jam kerja.
- Tamu-tamu
Kedatangan tamu yang tidak berhubungan dengan tugas dan pekerjaan seperti sahabat, saudara dan sebagainya seringkali membuat waktu kerja kita banyak tersita.
- Konflik
Konflik yang terjadi antar teman atau lingkungan membuat merasa tidak nyaman berada di ruangan, ini membuat kita pergi ke ruangan lain hanya untuk menghindar. Pada waktu menghindar pekerjaan yang sedang kita kerjakan terbengkalai dan lagi-lagi kita kehilangan waktu.
Setelah kita mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tersitanya waktu yang kita miliki, maka solusi yang harus dilakukan adalah mengatur waktu secara efektif dengan langkah-langkah seperti: kenali faktor penyita waktu, tetapkan target pekerjaan, tetapkan urutan prioritas, lakukan pendelegasian tugas, aturlah ruangan dan meja kerja, disiplin diri, evaluasi untuk melihat kemajuan yang telah dicapai."
|
|