VISI :
Menjadi Politeknik Unggulan Bertaraf Internasional
dalam bidang Rekayasa dan Tata Niaga


Web Mail
Politeknik Negeri Jakarta

URL :
www.pnj.ac.id/popup
Email :
popup@pnj.ac.id
BAKORMA
Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia

Sekretariat :
Politeknik Negeri Jakarta

Kampus Baru UI Depok
16425

URL : www.pnj.ac.id/bakorma
Email : bakorma@pnj.ac.id

Tel +62-21-7864927
Fax +62-21-7270034

Politeknik Negeri Jakarta, Depok
Kepercayaan Masyarakat Terhadap BI Harus Dipulihkan

Sejak kasus bailout century hangat dibicarakan,
Bank Indonesia selaku pihak yang memiliki otoritas
pengawasan perbankan menjadi pusat perhatian
masyarakat. Penilaian masyarakat yang berkesan negatif terus
dialamatkan ke pihak BI. Namun demikian pihak BI menyatakan,
kinerja bank sentral tersebut masih berjalan dalam kondisi
normal dan tetap produktif. Demikian salah satuhal yang
diungkapkan oleh pihak BI dalam sesi temu wicara antara
Mahasiswa dengan Bank Indonesia dalam rangka rangkaian
studek jurusan Akuntansi prodi perbankan ke Bank Indonesia
pada hari kamis 11 Februari 2010. Dalam kunjungan tsb,
jumlah peserta sebanyak 43 orang mahasiswa/i, serta diterima
oleh bapak Irwan Daud, staf direktorat akunting dan
sistem pembayaran Bank Indonesia. Dalam sambutannya, Irwan
Daud menyatakan selama ini banyak kesimpang siuran
dalam pemberitaan terkait kasus bailout Bank Century yang
melibatkan BI dan terkesan negatif, sehingga masyarakat perlu
mendapatkan penjelasan yang berimbang, sehingga kesan
tersebut tidak berlarut larut.
Terkait dengan tema yang disampaikan oleh pihak BI pada
kesempatan ini adalah sistem lalu lintas pembayaran keuangan
yang terjadi antara masyarakat Indonesia. Sistem tersebut terdiri
dari BI-RTGS dan SKNBI, keduanya memiliki karakteristik
yang berbeda. Namun, memiliki satu persamaan untuk
memudahkan aktivitas keuangan masyarakat Indonesia. Seperti
yang sudah diketahui oleh masyarakat banyak sistem BI
RTGS dalah layanan transfer dana elektronik antar peserta
dalam mata uang Rupiah yang penyelesaiannya dalam waktu
seketika per transaksi individual. Melalui sistem ini peserta
pengirim melalui terminal BI RTGS di tempatnya, mentransminisikan
transaksi pembayaran ke pusat pengelolaan sistem
RTGS di Bank Indonesia untuk proses setelmen. Jika proses
setelmen berhasil, transaksi pembayaran akan diteruskan
secara otomatis kepada peserta penerima. Keberhasilan ini
tentunya tergantung dari kecukupan saldo peserta pengirim,
karena dalam sistem BI RTGS peserta hanya diperbolehkan
untuk mengkredit peserta lain. Dalam lanjutan penjelasannya
pihak BI menyatakan bahwa sistem BI RTGS ini memiliki
banyak manfaat diantaranya : mengurangi resiko penyelesaian
akhir dalam sistem pembayaran nasional, menjadi alternatif
pilihan dalam transaksi transfer dana, serta dapat dijadikan
sebagai informasi yang mendukung dalam kebijakan moneter
dan early warning system bagi pengawasan bank. Sampai
dengan awal Tahun 2010 peserta sistem BI-RTGS berjumlah
152 peserta yang terdiri dari 150 peserta Bank dan 2 peserta
bukan Bank. Dalam waktu dekat, jumlah peserta BI-RTGS
akan terus bertambah.
Dalam kesempatan yang sama pihak BI juga menjelaskan
mengenai sistem pembayaran yang juga berlaku dan diwasai oleh
pihak BI. Sistem tersebut adalah Sistem Kliring Nasioanal Bank
Indonesia (SKNBI). Transaksi yang dapat diproses melalui SKNBI
meliputi transfer Debet dan Kredit yang disertai dengan pertukaran
fisik warkat, baik warkat Debet ataupun warkat Kredit. Khusus
untuk transaksi Kredit , nilai transaksi yang dapat diproses melalui
SKNBI dibatasi maksimal Rp. 100.000.000,- sedangkan transaksi
diatas Rp.100.000.000 harus dilakukan melalui BI RTGS.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan yang dilontarkan
oleh peserta terkait dengan kasus bailout Bank Century.
Walhasil pertanyaan itu disambut dengan tepuk tangan dan dilanjutkan
dengan jawaban oleh pihak BI. Selain berdialog, peserta
juga diajak untuk berkeliling di seputar ruangan BI RTGS dan
SKNBI untuk melihat kegiatan kliring dan RTGS yang terjadi
di Bank Indonesia. Beberapa peserta yang sempat diwawancarai,
mengungkapkan kegembiraannya dapat secara langsung melihat
aktivitas yang selama ini hanya dapat dipelajari melalui buku. Pesan
yang disampaikan oleh beberapa peserta diantaranya adalah
kesinambungan kerja sama anatara pihak BI dan PNJ dalam
mentransfer informasi yang terkait dengan perbankan, waktu
kunjungan yang terlalu singkat serta adanya keterlambatan dalam
akomodasi.




(Rudi Wijaya - 27-April-10)

WARTA POLITEKNIK
Pendidikan - Penelitian - Pengabdian