VISI :
Menjadi Politeknik Unggulan Bertaraf Internasional
dalam bidang Rekayasa dan Tata Niaga


Web Mail
Politeknik Negeri Jakarta

URL :
www.pnj.ac.id/popup
Email :
popup@pnj.ac.id
BAKORMA
Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia

Sekretariat :
Politeknik Negeri Jakarta

Kampus Baru UI Depok
16425

URL : www.pnj.ac.id/bakorma
Email : bakorma@pnj.ac.id

Tel +62-21-7864927
Fax +62-21-7270034

Politeknik Negeri Jakarta, Depok
Tidak Boleh Satu Mahasiswa Bekerja dan Yang Lain Hanya Melihat Saja

Politeknik menjadi pilihan bagi banyak pihak, bagi pemerintah, bagi industri, bagi orang tua dan bagi calon mahasiswanya. Mengapa demikian karena berdasarkan konsep pendidikan vokasi (politeknik) akan mewujudkan kemampuan untuk bekerja mandiri dan dapat dijadikan sebagai modal peningkatan produktivitas. Lalu apa yang dimaksud dengn sistem pendidikan politeknik, dibawah ini petikan wawancara Warta PNJ dengan Badihi, ST , PJS Jurusan Teknik Sipil Politeknik Universitas Indonesia periode tahun 1984 -1987.
Bagaimana seharusnya Politeknik.
Dimulai dari jumlah mahasiswanya, politeknik mempunyai standar jumlah mahasiswa 24 satu kelas, mereka menempati ruangan yang luasnya 8 X 8. Dan terdapat kewajiban setiap mahasiswa wajib memegang dan bisa menggunakan alat, artinya alat tersebut tidak boleh satu, dan tidak boleh satu mahasiswa bekerja sedang yang lain hanya melihat saja.
Lalu apa kelebihan Politeknik dibanding perguruan tinggi lain?
Jauh sebelum digembar gemborkan kompetensi, sistem pengajaran Politeknik sudah menerapkan standar kompetensi yaitu atitude, skill dan knowlegde. Kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa Politeknik itu masyarakat yang menilai, bisa dilihat dari penyelenggaraan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) atau Kompetisi Robot Indonesia (KRI) dan kompetisi-kompetisi lainnya, terbukti sering kali mereka menjadi juaranya. Bukti skill yang dimiliki terlihat saat kompetisi mereka tidak canggung menggunakan alat untuk merangkai jembatan, membuat robot dll. Dari segi knowledge, proposal mereka banyak sekali yang diterima untuk kompetisi-kompetisi tersebut
Sistem 55% praktek dan 45% teori, darimana asalnya
Politeknik di Indonesia didirikan atas bantuan dari Bank Dunia, tadinya ahli-ahli mereka mengusulkan agar Politeknik yang akan didirikan di Indonesia sama seperti di Politeknik Swiss, dimana 25 % teori dan 75% nya praktek, namun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tidak dapat merealisasikan karena mahal biaya orperasionalnya, kemudian dibuatlah usulan 45% dan 55% dan ini kemudian menjadi ciri khas sistem pembelajaran Politeknik di Indonesia.
Lalu bagaimana tentang politeknik yang katanya disiplin ... ?
Sebenarnya sistem pendidikan politeknik ingin merubah kinerja orang-orang industri agar tepat waktu, seorang industrialis harus disiplin. Dengan harapan seluruh politeknik termasuk dosen dan mahasiswa menerapkan disiplin, makanya dahulu sebelum menjadi mahasiswa mereka harus menjalankan latihan SAR dan militer.
Ciri yang lain dari sistem pembelajaran politeknik adalah, mahasiswa diharuskan menggunakan buku paket. Jadi saat awal semester, begitu mahasiswa bayar SPP, dia akan mendapatkan buku paket. Buku tadi tujuannya mempercepat proses pengajaran, karena materi sudah dimiliki maka segala persoalan diselesaikan di kampus, tidak ada lagi tugas dikerjakan dirumah, dan sistem ini sebetulnya sudah standar internasional




( - 27-April-10)

WARTA POLITEKNIK
Pendidikan - Penelitian - Pengabdian