PNJ

Politeknik Negeri Jakarta | PNJ

menjadi politeknik unggul berkelas dunia pada tahun 2029


Sejarah PNJ


MEMBAHAS sejarah Politeknik seyogyanya disinggung sejarah pendidikan teknik di Indonesia masa lampau. Pendidikan teknik di Indonesia berawal dari pendidikan di zaman kolonial yang terdiri atas sekolah pertukangan (ambacht school) yang menghasilkan tukang-tukang sekolah teknik menengah, (technische hoge school) yang menghasilkan calon pengawas lapangan, dan sekolah tinggi teknik (tecnische hoge school) yang menghasilkan insinyur. Setelah masa kemerdekaan, pendidikan teknik dilaksanakan dalam bentuk sekolah teknik pertama (ST), sekolah teknik menengah (STM) , dan perguruan tinggi teknik. Saat itu jumlah insinyur di Indonesia sangat sedikit, terutama insinyur Bangsa Indonesia bisa dihitung dengan jari. Untuk mengatasi kekurangan tenaga di lapangan, timbul gagasan mendirikan suatu lembaga pendidikan teknik yang dapat menghasilkan tamatan dengan kemampuan mendekati insinyur namun masa studinya relatif lebih cepat. Akhirnya tahun 1951 lahir Lembaga Akademik Pendidikan Teknik (LAPT) di Bandung, kemudian berubah nama menjadi Akademik Teknik Pekerjaan Umum dan Tenaga (ATPUT) dengan masa studi tiga tahun.

Berhubung departemen teknik tidak diizinkan menyelenggarakan pendidikan formal berjenjang, sejak tahun 1972 ATPUT yang diselenggarakan atas kerjasama PU dan ITB, berubah nama manjadi lembaga Politeknik Pekerjaan Umum Institut Teknologi Bandung (LPPU-ITB). Dengan demikian LPPU-ITB adalah lembaga pendidikan pertama yang memakai nama Politeknik, LPPU ini hanya menerima karyawan PU sebagai mahasiswa sebagaimana dituturkan Ir. Tonny Soewandito, yang seringkali dikaitkan sebagai salah seorang tokoh pendiri politeknik di Indonesia.

Politeknik sebagai lembaga pendidikan masuk pertama kali dalam khasanah pendidikan di Indonesia melalui Perjanjian Kerjasama Teknik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Konfederasi Swiss tanggal 16 Desember 1973 dengan nama Politeknik Mekanik Institut Teknologi Bandung. Tujuan pendirian Politeknik ini untuk menunjang pembangunan industri di Indonesia melalui pendidikan teknik. Program pendidikan menekankan kepada practical aplication on industrial/technolog khususnya dalam bidang precition mechanics untuk perkakas produksi (manufacturing tools), perawatan/perbaikan mesin produksi, dan gambar perancangan permesinan. Program pendidikan berlangsung selama tiga tahun dan berjenjang. Dua pertama untuk tingkat dasar dan satu tahun berikutnya sesuai spesialisasi guna menghasilkan teknisi ahli yang terampil. Tamatan program dua tahun pertama (tingkat dasar) mendapat sertifikat dan tamatan program tahun ketiga (spesialisasi) mendapatkan diploma yang diakui oleh negara. Program pendidikannya pada bulan Januari 1976 dan bernama politeknik Mekanik Swiss ITB, pengesahan penyelenggaraan pendidikan Politeknik Mekanik Swiss ITB dilakukan dengan SK Mendikbud. No. 0416/U/1981 tanggal 11 Desember 1981, berlaku surut terhitung mulai tanggal 11 oktober 1975.

Demi keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dan operasionalisasi Politeknik Mekanik Swiss-ITB dan kesesuaiannya dengan acuan dan tujuan yang hendak dicapai utuk mendidik teknisi ahli terampil bagi pembangunan indutri di Indonesia, maka dibangun enam Politeknik baru dan satu Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik di Bandung pada bulan Desember 1978 yang disebut Proyek Politeknik I. Dan kemudian dilanjutkan dengan Proyek Politeknik II pada tanggal 22 Juni 1983.